Jumat, 04 Maret 2011

Tak mudah mengenali kelainan kelenjar gondok

Dari yang tak mudah itu, Dokter Jose Batubara memberikan beberapa cara untuk mengenalinya. Jenis hipertiroid. Jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah meningkat, tangan gemetar, nafsu makan bertambah tapi berat badan malah berkurang, dan sulit buang air besar.

Tak mudah mengenali kelainan kelenjar gondok. Dari yang tak mudah itu, Dokter Jose Batubara memberikan beberapa cara untuk mengenalinya.
Jenis hipertiroid. Jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah meningkat, tangan gemetar, nafsu makan bertambah tapi berat badan malah berkurang, dan sulit buang air besar.
Pada bayi yang baru lahir, gejala kelenjar tiroid yang terlalu aktif bisa timbul dalam waktu beberapa hari setelah lahir. Itu bisa dilihat dari berat badan bayi yang tidak bertambah, denyut jantung yang cepat, tekanan darah tinggi, mudah rewel, muntah, dan diare.

Kelainan gondok juga bisa menekan saluran udara dan mengganggu proses pernapasan. Seperti halnya terjadi pada orang dewasa, pada bayi yang baru lahir, mata juga menonjol. Di sini, perlu dilihat pula apakah bayi yang lahir itu mewarisi penyakit turunan dari ibu kandungnya.
Jenis hipotiroid. Rasa kantuk berlebihan, konsentrasi menurun, dan susah buang air besar. Selain itu, kulit dan rambut penderita terlihat tak lembab. Sering merasa nyeri otot dan kemampuan berpikir si penderita juga lemah. Gejala lain yang akan dialami oleh si penderita biasanya depresi.

Pada bayi yang baru lahir, gangguan ini menyebabkan kretisinisme (hipotiroidisme neonatorum). Tanda-tandanya antara lain sakit kuning, nafsu makan yang buruk,Kelenjar gondok biasa mengalami pembesaran atau benjolan pada leher bagian depan. Pembesaran itu bisa bergerak ke atas dan bawah terutama saat penderita melakukan gerakan menelan.

Kemunculan kelainan gondok juga sering diiringi demam, baik pada awal maupun saat peradangan. Si penderita juga akan hiperaktif, berkeringat berlebihan, tubuh hangat, tangan sering gemetar dan bola matanya agak menonjol. Pada beberapa kasus, benjolan di leher karena kelenjar gondok, ada yang terasa sakit bagi penderitanya tapi ada juga penderita yang tak merasakan apa pun.

Penyebab dan Pengobatan

Inilah pemicu dan cara mengatasi penyakit gondok.
Penyebab gondok tipe hipotiroid antara lain pembengkakan kelenjar gondok, kurang tidur, dan kurang yodium. Pada wanita yang melahirkan dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh mereka. Pada tipe hipertiroid disebabkan oleh reaksi autoimun tubuh dan kandungan yodium dalam tubuh yang berlebihan.

Pada bayi yang baru lahir penderita hipotiroid, bisa diberikan hormon tiroid untuk mencegah kerusakan otak. Hal yang sama juga diberikan kepada anak-anak dan remaja.
Pengobatan untuk penderita hipertiroid bisa dilakukan dengan dengan obat propilthiouracyl, yang berfungsi untuk menghambat pembentukan hormon tiroid

Gondok/Tiroid (Struma)

Kelenjar gondok atau disebut kelenjar tiroid, adalah kelenjar yang normalnya berlokasi dibagian tengah-depan dari leher kita. Ada tiga bagian yaitu : lobus kanan, lobus kiri dan lobus intermedius yang menghubungkan lobus kanan dan lobus kiri.

Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid berukuran kecil, dengan berat hanya 2-4 gram posisinya dileher depan bagian tengah dan tidak teraba. Sehingga pada leher orang normal tidak tampak tonjolan atau massa yang mengganggu pemandangan seperti apa yang kita lihat pada penderita gondok.

Fungsi kelenjar tiroid yaitu mengatur metabolisme tubuh, sehingga segala sesuatunya berjalan lancar dan normal didalam tubuh seseorang. Maka dikenal beberapa istilah seperti : eutiroid, hipertiroid dan hipotiroid.

Eutiroid adalah keadaan dimana besar dan fungsi kelenjar gondok dalam keadaan normal. Hipertiroid, berarti kelenjar gondok bekerja melebihi kerja normal sehingga biasanya kelenjar gondok membesar dan juga akan didapatkan hasil laboratorium untuk hormon TSH, T3 dan T4 yang berada diatas ambang normal.
Hipotiroid kebalikan dari hipertiroid, disini kelenjar gondok bekerja dibawah normal, sehingga ketiga hormon tadi kadarnya didalam serum dibawah angka normal.

Apa gejala dan dampak dari kelainan kelenjar gondok ini ?
Gejala hipertiroid biasanya: si penderita hiperaktif, tidak bisa diam. Badan berkeringat berlebihan, suhu tubuh hangat, jantung berdebar-debar, tangan sering gemetar, bola mata agak menonjol. Banyak bicara susah diam, makan banyak akan tetapi badan tetap kurus dan seterusnya.Sedangkan penderita hipotiroid umumnya badan suhunya dingin, lembab. Orangnya rada obese, malas bergerak dan malas bicara. Biasanya lidahnya tampak besar dan tebal. Makan tidak banyak, akan tetapi tubuhnya tambun. Semuanya kebalikan dari gejala hipertiroid.

Pada hipertiroid, peradangan kelenjar tiroid maupun adanya neoplasma atau tumor kelenjar gondok, maka kelenjar itu akan membesar, berupa benjolan atau massa yang bisa diraba pada leher tengah bagian depan. Ciri khasnya : benjolan itu akan turut bergerak saat penderita melakukan gerakan menelan. Artinya bila penderita disuruh melakukan gerakan menelan, maka si benjolan tadi bergerak keatas dan kebawah, sesuai dan mengikuti irama gerakan menelan si penderita.

Sakitkah benjolan tadi?

Jawabnya: ada yang sakit dan ada yang tidak. Tergantung jenis kelainan yang ditemukan, biasanya bila akibat peradangan akan dirasakan sakit atau nyeri. Nyeri disini bisa nyeri spontan, artinya nyeri tanpa dilakukan penekanan terhadap benjolan. Dan atau nyeri tekan, yaitu nyeri bila benjolan ditekan pada saat dilakukan pemeriksaan.

Apakah penderita merasakan demam?

Jawabnya: bisa ya dan bisa tidak. Biasanya demam dirasakan pada awal kemunculan massa di kelenjar gondok itu dan demam biasa dijumpai pada kasus peradangan. Sedangkan pada neoplasma atau tumor kelenjar tiroid, biasanya penderita tidak akan merasakan nyeri maupun demam. Mengenai tumor tiroid, kita mengenal ada yang jinak dan ada yang ganas. Neoplasma jinak biasanya jenis struma adenomatosa dan adenoma folikuler tiroid. Sedangkan neoplasma ganas umumnya yang tersering adalah karsinoma tiroid papilliferum.

Penderita kelainan kelenjar gondok biasanya 80-90 persen adalah kaum hawa. Sedangkan laki-laki sangat jarang. Namun demikian, prosentase keganasan pada penderita kaum adam cukup tinggi sekitar 60-70 persen dari seluruh kasus penderita kelainan tiroid pada laki-laki. Karena itu, khusus kepada kaum adam, sering-seringlah memeriksa leher bagian depan anda. Bila dicurigai ada yang tidak beres, segera kunjungi dokter terdekat agar segera dapat dilakukan pemeriksaan lab dan lain-lain. Apabila fasilitas ada, dokter yang paling tepat menangani kelainan pada kelenjar gondok ini adalah dokter spesialis penyakit dalam,sub-divisi Endokrinologi.

http://www.sukmamerati.com

Obat Hipertiroid di Kebun Sendiri

Para dokter biasa mengobati Hipertiroid dengan operasi, atau dengan memberikan yodium radioaktif yg berkonsentrasi di dalam tiroid dan menghujaminya dengan sinar yg serupa sinar X.
Alih2 operasi atau radioaktif, kita pasti membayangkan efek samping dan biayanya. Jangan khawatir, ternyata kebun kita sendiri pun punya obat alami. Sesuatu yg kita anggap biasa bahkan dibuang2. Tanaman asal Peru yg berbentuk lampion itu ternyata juga bisa dijadikan obat.

Bukan sekedar konsumsi anak2 saja.kita yg tinggal di Jawa biasa menyebutnya ciplukan. Seorang penyelia yg bekerja di Batam mengkonsumsi buah dan akar ciplukan yg direbus. Setelah perjuangannya mencari obat mulai dari obat kimia sampai herbal yg tak kunjung membuahkan hasil, dia malah menemukan obatnya di kubun sendiri.
Anggota famili Solanaceae itu terbukti mengatasi hipertiroid. Ciplukan mengandung senyawa asam sitrun, fisalin, asam malat, alkaloid, tannin, kriptoxantin, dan vitamin C.

Penelitian tentang tanaman ini sudah dilakukan di Iran. Mahmood Vessal dari Shiraz University of Medical Sciences, membuktikan keampuhan ciplukan dalam mengatasi hipertiroid. Ia menginjeksi ekstrak ciplukan pada tikus betina dewasa, hasilnya aktivitas lysyl-aminopeptidase (Lys-AP) pada pituitary meningkat 50% dan 45% basomedial hypothalamus (BMH). Departemen Farmasi Universitas Cartagena, Kolumbia menemukan bahwa ciplukan bersifat immunomodulator atau peningkat kekebalan dan anti pembengkakan.
(Trubus, ed. XXXIX April 2008)

Makanan Tepat untuk Penderita Hipertiroid
Hipertiroid adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya hormon tiroksin (suatu hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid yang terdapat di leher) secara berlebihan. Keadaan tersebut disertai dengan pembesaran kelenjar tiroid. Karena kadang pembesaran kelenjar itu ke arah dalam, pembesaran kelenjar tersebut tidak tampak.

Gejala yang timbul pada umumnya berupa penurunan berat badan yang drastis. Badan tampak kurus meskipun makannya banyak. Selain gejala tersebut, biasanya diikuti dengan gejala mudah nervous, mudah terangsang emosinya (cepat marah), tremor pada tangan, lemah, sukar tidur, meningkatnya detak jantung, dan lain-lain.

Bengkak kedua kaki tersebut disebabkan adanya kegagalan jantung akut. Itu disebabkan adanya tachycardia (meningkatnya detak jantung). Penyebab penyakit tersebut memang bermacam-macam. Di antaranya, faktor keturunan, faktor stres psikis, atau faktor lain yang tidak diketahui penyebabnya (seperti tumor, autoimun, dan lain-lain).

Pengobatan dilakukan secara medis dan perbaikan konsumsi gizi. Perbaikan konsumsi gizi bertujuan mencegah kerusakan organ tubuh dan memperbaiki berat badan tubuh agar penurunan berat badan dapat dicegah.


Hal yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Diet konsumsi makanan yang banyak mengandung kalori dan protein (nasi atau sejenisnya dan lauk pauk hewani seperti daging, ayam, atau ikan).

2. Kurangi konsumsi teh dan kopi.

3. Hindari mengonsumsi alkohol dan rokok.

4. Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B kompleks (terdapat pada lauk pauk hewani).

Dalam memasak makanan, mohon tidak banyak menggunakan minyak goreng atau santan, terutama santan yang kental. Perhatikan pula, jangan terlalu banyak menggunakan bumbu yang sifatnya tajam dan merangsang seperti cabai, merica, dan lain-lain.



Hipertiroid dengan Kehamilan

Apakah wanita yang terindikasi hipertiroid tidak boleh punya anak, bagaimana jika terlanjur hamil, apakah pengaruh obat hipertiroid (ptu,propanolol,digsogin)terhadap bayi dan ibunya?

Wanita dengan hipertiroid bukan dilarang untuk hamil, malah biasanya wanita dengan hipertiroid sulit hamil karena gangguan pada siklus haidnya yang tidak menghasilkan sel telur yang matang. Bila sekarang sudah menjadi hamil saya pikir tidak menjadi masalah asalkan kontrol teratur pada dokter ahli kandungan dan ahli penyakit dalam. Obat2an diatas bila memang sangat dibutuhkan untuk hipertiroidnya asalkan dalam dosis anjuran dokter dan biasanya dokter kandungan pun akan memberikan obat2an pengauat kandungan, sehingga jangan terlalu cemas. Demikian terima kasih.

Hipertiroid Tak Harus Dioperasi

Seorang pembaca setia GHS yang mengalami penyakit gondok (hipertiroid) mengaku takut dioperasi. Memang tersedia banyak jenis pengobatan untuk penyakit ini, selain pembedahan. Ada obat antitiroid, iodium radioaktif, dan lainnya.

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher, di bawah jakun. Beratnya kurang dari 1 ounce (sekitar 28,4 gr), tetapi bisa menimbulkan dampak besar bagi kesehatan kita. Pada orang sehat, tiroid membuat dua macam hormon, yaitu T4 dan T3.

Setiap aspek metabolisme tubuh, dari detak jantung, pertumbuhan tinggi badan, hingga seberapa cepat tubuh membakar kalori, melibatkan kerja hormon tiroid (tiroksin) ini. Kita tak bisa hidup tanpanya. Sepanjang produksi tiroksin berjalan normal, fungsi metabolisme pun berlangsung sebagaimana mestinya.

Namun, kadang kelenjar tiroid terlalu banyak memproduksi tiroksin (hipertiroidisme), yang antara lain berupa gondok. Kondisi ini secara bermakna mempercepat metabolisme tubuh, menyebabkan penurunan berat badan secara tiba-tiba, detak jantung tak teratur atau menjadi cepat, banyak berkeringat, gelisah, dan sensitif.

Metabolisme Meningkat

Menurut penjelasan Untung S. Widodo dari Balai Penelitian GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan lodium), Departemen Kesehatan RI, Magelang, spektrum GAKI sangat luas. Pada janin bisa menyebabkan keguguran, lahir mati, cacat bawaan, hingga kematian bayi. Dampaknya pada anak, remaja, dan orang dewasa antara lain terhambatnya pertumbuhan, gondok, hipotiroid, kerusakan fungsi mental, dan lebih rentan terkena radiasi nuklir.

Jadi gondok ini merupakan salah satu akibat dari GAKI. Menurut pemetaan tahun 1998, penderita gondok di Indonesia tercatat sekitar 10 juta orang. Beberapa penyebab hipertiroid adalah penyakit Graves, berlebihnya asupan hormon tiroid, terjadi peradangan pada kelenjar tiroid, atau sekresi TSH (thyroid stimulating hormone) oleh kelenjar pituitari secara abnormal.

Meskipun ada berbagai penyebab hipertiroid, kebanyakan gejalanya sama. Karena metabolisme tubuh meningkat, pasien kerap merasa kepanasan dan bobot tubuh bisa menurun meskipun mereka tetap banyak makan. Muncul rasa letih di ujung hari, tetapi tidak bisa tidur. Tangan gemetaran dan detak jantung menjadi kencang atau tak beraturan (palpitasi). Pasien juga kadang menjadi sensitif sehingga gampang marah atau kesal.

Bila kondisi hipertiroidisme bertambah berat, pasien bisa menderita sesak napas, nyeri dada, otot lemah. Datangnya gejala seringkali bertahap (mingguan atau bulanan) sehingga pasien tidak menyadarinya, tahu-tahu sudah parah.

Tersedia beberapa jenis pengobatan untuk hipertiroidisme. Dokter memiliki resep untuk obat antitiroid dan iodium radioaktif guna memperlambat produksi hormon tiroksin. Kadang diperlukan tindakan bedah untuk mengangkat sebagian kelenjar tiroid. Jika diabaikan, kondisi hipertiroidisme bisa berakibat fatal, tetapi kebanyakan orang dengan hipertiroid merespon pengobatan dengan sangat baik.


Gejala hipertiroid yang kerap dirasakan pasien:

• Kelelahan.
• Jantung berdetak kencang atau tidak teratur (palpitasi).
• Merasa suhu badannya panas.
• Gelisah.
• Banyak berkeringat.
• Susah tidur.
• Sesak napas.
• Gangguan menstruasi.
• Tangan gemetaran.
• Berat badan menurun.
• Otot terasa lemah.
• Kemampuan kognisi menurun.
• Rambut rontok.
• Depresi.

Terapi Iodium Banyak Berhasil

Jika Anda merasa mengalami gejala hipertiroid, ada baiknya segera ke dokter dan menjelaskan semua tanda yang Anda alami. Dokter bisa jadi akan meminta Anda melakukan tes darah sebagai langkah awal diagnosis, dan selanjutnya-dapat ditentukan pengobatan yang tepat. Penyakit tiroid termasuk banyak terjadi dan jika ditangani oleh ahlinya akan mudah didiagnosis dan diobati.

Pengobatan yang tersedia untuk hipertiroid meliputi:

• Pengobatan untuk mengatasi gejala, misalnya detak jantung yang cepat. Contohnya obat jenis betabloker. Obat ini beraksi mengatasi efek hormon tiroid dalam meningkatkan metabolisme, tetapi tidak mengurangi kadar hormon dalam darah. Dokter akan melihat kondisi pasien dalam memberikan obat ini, misalnya mempertimbangkan usia, ukuran kelenjar tiroid, dan jika ada obat lain yang sedang digunakan pasien.

• Obat antitiroid, contohnya propylthiouracil (PTU) yang bekerja menghambat produksi tiroksin. Risiko penggunaan obat ini yakni bisa menekan produksi sel darah putih, padahal sel darah putih penting untuk melawan infeksi. Jika Anda menggunakan obat antitiroid lalu terkena demam, sakit tenggorokan, dan gejala infeksi lainnya, segera konsultasikan ke dokter.

• Iodium radioaktif. Diberikan secara oral dalam bentuk pil atau cairan dan berguna untuk mengatasi kelenjar yang hiperaktif. Lebih dan 80 persen pasien hipertiroid sembuh dengan dosis tunggal iodium radioaktif.

• Tindakan bedah untuk mengatasi gejala. Tujuannya mengangkat jaringan tiroid yang memproduksi tiroksin secara berlebihan. Namun, jika jaringan yang diangkat kelewat banyak, bisa menimbulkan efek hipotiroid, sehingga perlu terapi sulih tiroid. Bisa juga mengenai saraf yang berkaitan dengan pita suara dan kelenjar di leher yang mengatur kadar kalsium di dalam tubuh (paratiroid). Jika ini terjadi, pasien mungkin perlu terapi sulih kalsium.

http://www.indogamers.com/f253/hipertiroid_tak_harus_dioperasi-57445/

Pengobatan Hipertiroid Selain PTU Klo untk penderita hiprteroid alternatif lain selain PTU,apa aja?

Konsumsi bekatul atau langsung konsumsi Vitamin B15.

Hipertiroid adalah suatu penyakit kelebihan hormon tiroid. Nah, mengingat bahwa apa yang terjadi dalam tubuh kita ini merupakan hubungan timbal balik antar organ maupun sistem kerja organ, maka faktor yang memungkinkan bisa menyebabkan kelebihan hormon tiroid itu tidak hanya satu macam saja (bisa karena terjadi infeksi ataupun tumor dan bisa yang lainnya). Begitu kompleksnya hipertiroid itu, penyakit ini pun ada beberapa jenis macamnya.
Agar pengobatannya efektif maka harus ditemukan jenis dan penyebabnya terlebih dahulu.

Ciri-ciri umum orang yang mempunyai penyakit hipertiroid antara lain: kurus, makan banyak tetapi tidak bisa gemuk, mata besar (membelalak = exophthalmus), keluhan lain pada mata (spt nyeri,peka cahaya,kelainan penglihatan dan conjunctivitis), kelenjar gondok membesar (struma nodosa) atau bisa juga tidak, detak jantung cepat dan juga ujung jari gemetar. Sebaiknya siapapun yang kira-kira punya ciri-ciri di atas, segera memeriksakan diri kepada dokter penyakit dalam, kalau bisa yang mengambil sub-spesialis endokrinologi (penyakit kelainan hormon).

Untuk memutuskan pengobatan apa yang akan diambil, maka dokter akan menilai dari keparahan penyakitnya, gejala-gejalanya, umur pasien, apakah pasien mengalami penyakit lain seperti gagal jantung, apakah pasien menggunakan obat lain yang menimbulkan efek samping hipertiroid, dan juga kepatuhan pasien dalam minum obat.

Pengobatan hipertiroid dilaksanakan dengan tujuan untuk membatasi produksi hormon tiroid yg berlebihan.

Pengobatan yang dimaksud antara lain :

1.Obat antitiroid.
Biasanya diberikan sekitar 18 - 24 bln.
Contoh obatnya: propil tio urasil (PTU), karbimazol.

2.Pemberian yodium radioaktif.
biasa untuk pasien berumur 35 /lebih atau pasien yang hipertiroidnya kambuh stlh operasi.

3.Operasi Tiroidektomi subtotal.
Cara ini dipilih untuk pasien yang pembesaran kelenjar tiroid-nya tidak bisa disembuhkah hanya dengan bantuan obat-obatan, untuk wanita hamil (trimester kedua ), dan untuk yang alergi terhadap obat / yodium radioaktif. Sekitar 25% dr semua kasus terjadi penyembuhan spontan dlm waktu 1 thn.

Sedikit mengenai obat-obatan pilihan lain untuk antitiroid selain PTU.
* Obat carbimazole (karbimasol)
Berkhasiat dapat mengurangi produksi hormon tiroid.
Mula-mula dosisnya bisa sampai 3 - 8 tablet sehari, tetapi bila sudah stabil bisa cukup 1 -3 tablet sehari saja.

Obat ini cukup baik untuk penyakit hipertiroid.
Efek sampingnya yang agak serius adalah turunnya produksi sel darah putih (agranulositosis) dan gangguan pada fungsi hati. Ciri-ciri agranulositosis adalah sering sakit tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh dan juga mudah terkena infeksi serta demam.

Sedangkan ciri-ciri gangguan fungsi hati adalah rasa mual, muntah, dan sakit pada perut sebelah kanan, dan timbulnya warna kuning pada bagian putih mata, kuku, dan kulit. Bila gejala-gejala di atas terjadi pada anda silakan melaporkan kepada dokter yang merawat Anda.

* Obat Kalmethasone (mengandung zat aktif deksametason).
Merupakan obat hormon kortikosteroid yang umumnya dipakai sebagai obat anti peradangan. Obat ini dapat digunakan untuk menghilangkan peradangan di kelenjar tiroid (thyroiditis).

* Obat Artane dengan zat aktif triheksilfenidil.
Obat ini sebenarnya obat anti parkinson, yang dipakai untuk mengatasi gejala-gejala parkinson, seperti gerakan badan yang kaku, tangan yang gemetar dan sebagainya. Anda ingat, kalau gejala-gejala hipertiroid itu juga berupa tangan gemetar dan denyut jantung meningkat ? nah, karena itulah, kadang dokter menggunakannya.

Namun penggunaan obat ini pada pasien dengan penyakit hipertiroid harus berhati-hati, bahkan sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan denyut jantung yang cepat (takikardia). Pada pasien yang denyut nadinya terlalu cepat (lebih dari 120 kali per menit) dan tangan gemetar biasanya diberi obat lain yaitu propranolol, atenolol, ataupun verapamil.

Adapun pengobatan alternatif untuk hipertiroid yang telah mengkonsumsi bekatul. Para ahli menemukan dalam bekatul terdapat kandungan vitamin B15, yang berkhasiat dapat menyempurnakan proses metabolisme di dalam tubuh kita.
Penyakit kencing manis, penyakit basedov (gondok), kolesterol tinggi, merupakan penyakit-penyakit disebabkan metabolisme terganggu, dengan teratur mengkonsumsi bekatul sebagai makanan tambahan, vitamin B15 dalam bekatul bisa mengembalikan sistem metabolisme tubuh yang terganggu tersebut.

Vitamin B15, disebut juga Pangamic acid atau menurut struktur kimianya disebut Gluconodimethylamino-acetic-acid, ditemukan oleh seorang dokter ahli biokimia, Dr. Krebs Junior dari San Francisco AS, tahun 1952.
Penyakit yang diobati dengan B15 di antaranya kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), bengek (asma), kolestrol dan gangguan aliran pembuluh darah jantung (coronair insuffsiency), serta penyakit hati.

Menurut Udalov (seorang peneliti Rusia), vitamin B15 merupakan sumber gugusan methyl yang labil (mudah dilepas dari ikatan induknya), sangat diperlukan dalam proses metabolisme melalui proses methylation untuk pembentukan adrenalin (zat antiasma).
Methylation juga sangat esensial bagi pembentukan phosphocreatin, zat penting untuk metabolisme otot jantung dan tubuh.
Vitamin B15 juga dapat meningkatkan oksigen intake di dalam otak serta menambah sirkulasi darah perifier dan oksigenisasi jaringan otot jantung.

sumber : http://mediasehat.com/tanyajawab570

Mendiagnosis Hipertiroid

Hipertiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan:
• gemetaran-gemetaran,
• keringat berlebihan,
• kulit yang seperti beludru halus,
• rambut halus,
• suatu denyut jantung yang cepat dan
• suatu pembesaran kelenjar tiroid.

Mungkin ada keadaan bengkak sekeliling mata-mata dan suatu tatapan yang karekteristik disebabkan oleh peninggian dari kelopak-kelopak mata bagian atas. Gejala-gejala yang lebih lanjut biasanya lebih mudah dideteksi, namun gejala-gejala awal, terutama pada orang-orang yang lebih tua, mungkin tidak cukup menyolok mata. Pada semua kasus-kasus, suatu tes darah diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosisnya.

Tingkat-tingkat darah dari hormon-hormon tiroid dapat diukur secara langsung dan biasanya meningkat dengan hipertiroid. Bagaimanapun, alat utama untuk mendeteksi hipertiroid adalah pengukuran tingkat darah TSH. Seperti disebutkan lebih awal, TSH dikeluakan oleh kelenjar pituitari. Jika suatu jumlah hormon tiroid yang berlebihan hadir, TSH diatur untuk turun dan tingkat TSH turun dalam suatu usaha untuk mengurangi produksi hormon tiroid.

Jadi, pengukuran TSH harus berakibat pada tingkat-tingkat yang rendah atau tidak terdeteksi pada kasus-kasus hipertiroid. Bagaimanapun, ada satu pengecualian. Jika jumlah hormon tiorid yang berlebihan disebabkan oleh suatu tumor pituitari yang mengeluarkan TSH, maka tingkat-tingkat TSH akan menjadi tingginya tidak normal. Penyakit tidak umum ini dikenal sebagai "hipertiroid sekunder".

Meskipun tes-tes darah yang disebutkan sebelumnya dapat mengkonfirmasi kehadiran dari hormon tiroid yang berlebihan, mereka tidak menunjuk pada suatu penyebab spesifik. Jika ada kelibatan yang jelas dari mata-mata, suatu diagnosis dari penyakit Graves adalah hampir pasti. Suatu kombinasi dari screening antibodi (untuk penyakit Graves) dan suatu thyroid scan menggunakan yodium yang dilabel radioaktif (yang berkonsentrasi pada kelenjar tiroid) dapat membantu mendiagnosis penyakit tiroid yang mendasarinya. Investigasi-investigasi ini dipilih atas dasar kasus per kasus.

Merawat Hipertiroid

Pilihan-pilihan untuk merawat hipertiroid termasuk:

• Merawat gejala-gejala
• Obat-obat anti-tiroid
• Yodium ber-radioaktif
• Merawat gejala-gejala secara operasi
Merawat gejala-gejala

Ada tersedia obat-obat untuk merawat segera gejala-gejala yang disebabkan oleh kelebihan hormon-hormon tiroid, seperti suatu denyut jantung yang cepat. Satu dari golongan-golongan utama obat-obat yang digunakan untuk merawat gejala-gejala ini adalah beta-blockers [contohnya, propranolol (Inderal), atenolol (Tenormin), metoprolol (Lopressor)].

Obat-obat ini menetralkan/meniadakan efek-efek dari hormon tiroid untuk meningkatkan metabolisme, namun mereka tidak merubah tingkat-tingkat hormon-hormon tiroid dalam darah. Seorang dokter menentukan pasien-pasien mana yang dirawat berdasarkan pada sejumlah faktor-faktor tak tetap (variables) termasuk penyebab yang mendasari hipertiroid, umur pasien, ukuran kelenjar tiroid, dan kehadiran dari penyakit-penyakit medis yang ada bersamaan.

Mengenal Hipertiroidisme

A. Definisi

Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan hormon tiroid karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan. Hipertiroidisme adalah keadaan tirotoksikosis sebagai akibat dari produksi tiroid, yang merupakan akibat dari fungsi tiroid yang berlebihan. Hipertiroidisme (Hyperthyrodism) adalah keadaan disebabkan oleh kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan sehingga menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan di dalam darah.

Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme yang paling berat mengancam jiwa, umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik, dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi, operasi, trauma, zat kontras beriodium, hipoglikemia, partus, stress emosi, penghentian obat anti tiroid, ketoasidosis diabetikum, tromboemboli paru, penyakit serebrovaskular / strok, palpasi tiroid terlalu kuat.

1. Apakah itu tiroid?

Kelenjar Tiroid adalah sejenis kelenjar endokrin yang terletak di bagian bawah depan leher yang memproduksi hormon tiroid dan hormon calcitonin.

2. Hormon Tiroid

Hormon yang terdiri dari asam amino yang mengawal kadar metabolisme. Penyakit Grave, penyebab tersering hipertiroidisme, adalah suatu penyakit otoimun yang biasanya ditandai oleh produksi otoantibodi yang memiliki kerja mirip TSH pada kelenjar tiroid. Otoantibodi IgG ini, yang disebut immunooglobulin perangsang tiroid (thyroid-stimulating immunoglobulin), meningkatkan pembenftukan HT, tetapi tidak mengalami umpan balik negatif dari kadar HT yang tinggi. Kadar TSH dan TRH rendah karena keduanya berespons terhadap peningkatan kadar HT.

Penyebab penyaldt Grave tidak diketahui, namun tampaknya terdapat predisposisi genetik terhadap penyakit otoimun, Yang paling sering terkena adalah wanita berusia antara 20an sampai 30an.

Gondok nodular adalah peningkatan ukuran kelenjar tiroid akibat peningkatan kebutuhan akan hormon tiroid. Peningkatan kebutuhan akan hormon tiroid terjadi selama periode pertumbuhan atau kebutuhan metabolik yang tinggi misalnya pada pubertas atau kehamilan. Dalarn hal ini, peningkatan HT disebabkan oleh pengaktivan hipotalamus yang didorong oleh proses metabolisme tubuh sehingga disertai oleh peningkatan TRH dan TSH. Apabila kebutuhan akan hormon tiroid berkurang, ukuran kelenjar tiroid biasanya kembali ke normal.

Kadang-kadang terjadi perubahan yang ireversibel dan kelenjar tidak dapat mengecil. Kelenjar yang membesar tersebut dapat, walaupun tidak selalu, tetap memproduksi HT dalm jumlah berlebihan. Apabila individu yang bersangkutan tetap mengalami hipertiroidisme, maka keadaan ini disebut gondok nodular toksik.

Dapat terjadi adenoma, hipofisis sel-sel penghasil TSH atau penyakit hipotalamus, walaupun jarang.

B. Klasifikasi

Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) di bagi dalam 2 kategori:
1. Kelainan yang berhubungan dengan Hipertiroidisme
2. Kelainan yang tidak berhubungan dengan Hipertiroidisme

C. Penyebab Hipertiroidisme
Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid, hipofisis, atau hipotalamus. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertai penurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya.

Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambamn kadar HT dan TSH yang finggi. TRF akan Tendah karena uinpan balik negatif dari HT dan TSH. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang finggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan.

1. Penyebab Utama

• Penyakit Grave
• Toxic multinodular goitre
• Solitary toxic adenoma

2. Penyebab Lain

• Tiroiditis
• Penyakit troboblastis
• Ambilan hormone tiroid secara berlebihan
• Pemakaian yodium yang berlebihan
• Kanker pituitari
• Obat-obatan seperti Amiodarone


D. Gejala-gejala Hipertiroidisme

• Peningkatan frekuensi denyut jantung.
• Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadap katekolamin.
• Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas, intoleran terhadap panas, keringat berlebihan.
• Penurunan berat, peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik).
• Peningkatan frekuensi buang air besar.
• Gondok (biasanya), yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid.
• Gangguan reproduksi.
• Tidak tahan panas.
• Cepat letih.
• Tanda bruit.
• Haid sedikit dan tidak tetap.
• Pembesaran kelenjar tiroid.
• Mata melotot (exoptalmus).


E. Diagnosa

Diagnosa bergantung kepada beberapa hormon berikut ini :
Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4), TSH, dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid.
• TSH (Tiroid Stimulating Hormone)
• Bebas T4 (tiroksin)
• Bebas T3 (triiodotironin)
• Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrabunyi untuk memastikan pembesaran kelenjar tiroid
• Tiroid scan untuk melihat pembesaran kelenjar tiroid
• Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak serum
• Penurunan kepekaan terhadap insulin, yang dapat menyebabkan hiperglikemia


F. Komplikasi

Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis tirotoksik (thyroid storm). Hal ini dapat berkernbang secara spontan pada pasien hipertiroid yang menjalani terapi, selama pembedahan kelenjar tiroid, atau terjadi pada pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis. Akibatnya adalah pelepasan HT dalam jumlah yang sangat besar yang menyebabkan takikardia, agitasi, tremor, hipertermia (sampai 106 oF), dan, apabila tidak diobati, kematian.

Penyakit jantung Hipertiroid, oftalmopati Graves, dermopati Graves, infeksi karena agranulositosis pada pengobatan dengan obat antitiroid. Krisis tiroid: mortalitas.

G. Penatalaksanaan

1. Konservatif
Tata laksana penyakit Graves
a. Obat Anti-Tiroid. Obat ini menghambat produksi hormon tiroid. Jika dosis berlebih, pasien mengalami gejala hipotiroidisme. Contoh obat adalah sebagai berikut :
• Thioamide
• Methimazole dosis awal 20 -30 mg/hari
• Propylthiouracil (PTU) dosis awal 300 – 600 mg/hari, dosis maksimal 2.000 mg/hari
• Potassium Iodide
• Sodium Ipodate
• Anion Inhibitor

b. Beta-adrenergic reseptor antagonist. Obat ini adalah untuk mengurangi gejala-gejala hipotiroidisme. Contoh : Propanolol
Indikasi :
• Mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan –sedang dan tiroktosikosis.
• Untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif.
• Persiapan tiroidektomi.
• Pasien hamil, usia lanjut.
• Krisis tiroid.

Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan, sementara menunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid. Propanolol dosis 40-200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan, pasien kontrol setelah 4-8 minggu. Setelah eutiroid, pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis, serta Lab.FT4/T4/T3 dan TSHs.

Setelah tercapai eutiroid, obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan dipertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Kemudian pengobatan dihentikan , dan di nilai apakah tejadi remisi. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan, pasien masih dalam keadaan eutiroid, walaupun kemidian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.

2. Surgical
a. Radioaktif iodine
Tindakan ini adalah untuk memusnahkan kelenjar tiroid yang hiperaktif.

b. Tiroidektomi
Tindakan Pembedahan ini untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar.